HomeEsai & OpiniGARBI Must Do It: Menjadi Jawaban

GARBI Must Do It: Menjadi Jawaban

Esai & Opini 0

Share this:

Yang harus Garbi lakukan adalah menjadi jawaban. Dan tidak hanya satu jawaban, tapi berbagai macam jawaban atas permasalahan kehidupan yang kian hari makin kompleks. 

Saya ingat betapa bingungnya istri saat memilih menu MPASI. Apakah bayi usia 6 bulan sudah boleh minum teh? Apakah boleh diberi garam? 

Itu adalah pertanyaan yang saya rasa dialami oleh ibu-ibu muda. Itu adalah pertanyaan, yang kemudian membuat ibu muda gelisah, dan bila tidak mendapat jawaban yang tepat, bisa jadi persoalan. 

Istri saya mendapat jawaban dengan browsing di media sosial. Yang ternyata, banyak juga ibu-ibu mengalami kebingungan yang sama. Yang ternyata, ibu-ibu itu kemudian membentuk komunitas peduli MPASI. 

Komunitas yang memberi edukasi dan memberi jawaban atas satu pertanyaan; bagaimana MPASI yang baik. 

Saya tidak habis pikir. 

Sewaktu saya bayi dahulu, persoalan MPASI bukan soal rumit yang mesti dihadapi ibu saya. 

Dan dunia kita saat ini berkembang dengan munculnya berbagai macam komunitas. 

Ada komunitas lari, yang memberi jawaban atas persoalan kekurangan jam olahraga pada orang-orang kantoran. Ada komunitas diet, yang jadi jawaban masalah obesitas. 

Ada komunitas memasak, yang mencoba menjawab persoalan banyaknya waktu luang para ibu rumah tangga. Bahkan ada komunitas anti sedotan plastik, yang memberi jawaban atas limbah plastik yang makin mengunung. 

Komunitas-komunitas itu hadir memberi jawaban atas pertanyaan sederhana kita dalam kehidupan sehari-hari. Dan tak lupa, bahwa bahwa komunitas itu juga bisa bernilai ekonomis. 

Garbi sudah semestinya hadir menjadi sebuah jawaban, bukan lagi menjadi pertanyaan. 

Garbi sudah semestinya mem-break down visi besarnya menjadi jawaban-jawaban sederhana yang bisa menjawab persoalan sehari-hari. 

Caranya?

Mempunyai konten yang beragam dan spesifik. Dan mempunyai daya dukung serta membangun jejaring komunitas. 

Itu yang harus Garbi lakukan.

Share this: