HomeEsai & OpiniIlmu Para Penakluk Peradaban

Ilmu Para Penakluk Peradaban

Esai & Opini 0

Share this:

Khalifah Harun Al Rasyid. Nama yang melegenda dalam peradaban Islam dan dunia. Dimasa kepemimpinannya, Islam mencapai Golden Age.

Ia tak hanya dipuji oleh kaum muslimin sebagai khalifah dinasti Abbasiah yang mampu mengagungkan marwah ummat dan peradaban Islam.

Ilmuan Barat pun mengakui Kepemimpinan Harun Al Rasyid dalam membangun peradaban Islam. Harun Al Rasyid konsen pembangunan Ekonomi, Ilmu Pengetahuan dan Militer. Ini menjadi entitas penting kemegahan peradaban Islam di masa kepemimpinannya dan Dinasti Abbasiah secara umum.

Harun Al Rasyid sukses membuka jalur ekonomi (Sutra), China, Turkistan, Bagdad (Sebagai Pusatnya) hingga Mediterania. Jalur Obor (Asia – Mediterania).

Dari belahan Eropa hingga Asia, terobsesi dengan kemegahan Bagdad. Kemegahan tata kota dan desainnya yang menyemai era keemasan Babilonia. Orang pun berduyun-duyun, berimigrasi ke Bangdad. Bukan hanya dari kaum muslimin, masyarakat Eropa, India, China dan Afrika menjadi imigran di Bagdad. Seperti Eropa Amerika hari ini, menjadi tujuan imigran dari dunia ketiga. Karena di sana ada Hope. Begitulah Bagdag di masa Harun Al Rasyid.

Para ilmuan dan intelektual menduduki posisi terhormat dalam pemerintahannya. Mereka difasilitasi negara untuk menelurkan karya-karya terbaik penopang peradaban. Berbagai kitab pun ditulis. Dimasa Harun Al Rasyid kertas diperkenalkan untuk kepentingan akademik dan administrasi pemerintahan.

Ekonomi kuat dan ilmu pengetahuan maju pasti berdampak pada kemajuan militer. Bukan hanya keterampilan militer yang hebat, kecanggihan peralatan militer Harun Al Rasyid sangat maju di jamannya.

Arsitek perabadan seperti Harun Al Rasyid tak muncul tiba-tiba. Ia bukan pemimpin karbitan, meski ia calon pewaris tahta. Tanpa mempersiapkan diri sekali pun, Harun Al Rasyid akan jadi Khalifah karena Ayahnya Al Mahdi seorang khalifah.

Sejak kecil ia sudah mempersiapkan diri. Kemampuan militer dan kapastitas intelektual sudah ia persiapakan. Ia naik tahta di usia belia, 22 tahun. Tapi sebelum itu ia sudah belajar banyak hal kepada gurunya Al Balmark.

Apa yang ia pelajari kepada gurunya hingga ia menjadi salah satu pemimpin peradaban di abad pertengahan…?

Gurunda Al Balmark mengajari Harun Al Rasyid soal Sejarah, Ekonomi, Sosiologi, Geografi dan Strategi Militer.

Materi ini tidak populer di Indonesia dewasa ini. Justru materi pelajaran yang sering diabaikan terutama sejarah, sosiologi dan geografi. Masuk kelompok pengetahuan marginal di negeri ini.

Lantas, kenapa Al Balmark mengajari muridnya dengan materi itu…..?

Rahasianya adalah, Al Balmark ingin menjadikan muridnya pemimpin peradaban. Sang Penakluk Peradaban.

Penakluk peradaban perlu pemahaman jelas tentang sejarah wilayah yang akan ditaklukkan. Memahami sosio masyarakat, ini ada pada ilmu sosiologi. Penguasaan medan, kependudukan dan alam, perlu ilmu geografi. Ilmu ekonomi untuk memetakan sumberdaya suatu kawasan.

Dengan kemampuan yang sama, Bangsa Eropa sukses menjajah nusantara selama berabad-abad. Awal kehadiran Fedinand Magellan di Nusantara tak langsung penaklukan. Membaca lingkungan startegis; historis, sosiologis, geografis, ekonomi dan militer bumi nusantara. Sesudah bacaan awal itu, baru bangsa Eropa silih berganti menaklukkan bumi nusantara.

Adalah penting bagi penakluk peradaban memahami sejarah, sosiologi, geografi dan militer.

Sudahkah ini masuk dalam seri pembelajaran kita….?

Tulisan dari: Bung Adi Siregar
Ketua GARBI Chapter Bekasi Raya

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *