HomeEsai & OpiniMengungkap Makar

Mengungkap Makar

Esai & Opini 0

Share this:

Kalau saja Allah tak menghendaki adanya kontak malaikat dan Rasulullah, pelbagai makar kaum pembenci Risalah kenabian (baik semasa di Mekah maupun Madinah) sukar dibuktikan. Betapa sering kecurangan dan makar itu dilakukan secara rapi, terstruktur, dan sistematis.

Di Madinah malah beberapa kabilah Yahudi membuat mufakat jahatnya secara masif setiap ada tokoh masyarakat yang tersaingi atas hadirnya Nabi Muhammad. Kita lihat saban ada Huyay Ibnu Akhthab, mestilah ada persekutuan untuk mencelakai Nabi. Ditambah bila Huyay bersua dengan Abdullah Ibnu Ubay Ibnu Salul, bertambah solid makar menggulingkan kekuatan Muslimin.

Andaikata tidak ada kabar sahih keterlibatan malaikat (bahkan dalam Quran pun dimaktubkan), tentulah tulisan sejarah seputar makar para pembenci Islam itu mudah dikatakan berita dusta dan ujaran kebencian pemegang kekuasaan belaka. Atau sebagian kita yang menuding adanya konspirasi orang-orang dengki ke Islam itu hanya bualan para pengikut Nabi Muhammad.

Pelajaran buat kita atas hadirnya malaikat dalam tarikh Muslimun sesungguhnya di soal ini. Bukan lagi soal kemenangannya yang sudah menyejarah dan tak bisa diubah.

Tapi soal menyikapi atas pelbagai kemungkinan makar lawan dakwah, itu harus dipikir masak. Harus ada perancangan strategi matang agar gerakan dakwah tidak ditelikung bahkan diobrak-abrik kaum serupa perilaku Huyay dan Ibnu Ubay.

Menarik pula fakta bahwa lawan Nabi Muhammad berupa kaum Yahudi, merupakan komunitas pintar dan melek banyak hal pada masa itu. Artinya pula, kita harus pikirkan satu rancangan tanding buat mengantisipasi pemain sekelas Yahudi, di samping pemain lokal sekelas Abdullah Ibnu Ubay.

Hari ini dan esok kita masih ditemani malaikat. Tapi malaikat berkedudukan tidak terlibat sebagaimana nubuwat masih turun. Kita justru dinilai mengerjakan kebajikan bagi agama ini dengan berpikir bagaimana membaca, mengamati, mengantisipasi dan membuat rancangan tanding atas makar yang tersembunyi.

Semua dengan analisis dan bukti yang kuat. Karena bukti makar terstruktur, masif dan sistematis mereka dibuktikan oleh seberapa cerdas kita menangkal jauh-jauh hari. Tak cukup menuding lantang ada konspirasi tapi kita tak siap mengumpulkan bukti. Celakanya kita percaya diri menanti bisikan malaikat.

Di sinilah kajian-kajian fiqh intelijen dalam sirah nabawi perlu dipelajari para aktivis Islam. Juga kemampuan menganalisis isu di medan wacana media, terutama jagat maya. Dan yang penting: kesabaran untuk tidak gegabah bersikap sembrono hanya karena ingin mengejar pahala. Militansi kita semacam ekspresi ghirah penuh marah seyogianya diganti lompatan kapasitas bersabar dan mengonversinya dengan mendalami wawasan perang gerilya. []

Share this: