HomeCuap-CuapPerihal Sholat Cepat yang Lagi Viral

Perihal Sholat Cepat yang Lagi Viral

Cuap-Cuap 0

Share this:

Entah mengapa setiap bulan Ramadhan selalu saja ramai dengan video sholat tarawih yang super cepat. Video itu direkam dari berbagai daerah. 

Menampilkan para jamaah yang sholat dengan kecepatan melebihi rata-rata. Dengan bacaan surat yang diatas rata-rata juga kecepatannya. 

Tidak hanya satau video, tapi bisa beberapa. Dan saya tahu, beberapa video itu adalah video lama yang viral lagi. 

Yang menarik tentu saja bukan videonya, tapi komentar para netizen yang budiman. 

Saya lihat kebanyakan komentar pasti langsung menghujat. Kenapa sholat kok bisa begitu cepat. Membaca suratnya kok kilat. Dan gerakan rukuk, iktidal, sampai sujud bisa dilakukan kurang dari satu-dua menit. 

“Sholat kok cepat banget. Lha, terus khusyuk e neng endi..?” 

“Sholatnya sah tidak tuh?” 

Walau tidak semua berkomentar begitu, namun saya menangkap arus besar pendapat netizen yang budiman adalah seperti itu. 

Apakah sholat tarawih super cepat itu salah? 

Moonmaap, saya tentu tidak bisa menyimpulkan seperti itu. Saya tidak punya kapasitas yang cukup mumpuni untuk menentukan benar atau salah. Apalagi menentukan apakah sholatnya diterima atau tidak oleh Gusti Allah. 

Ora wani aku ngomong begitu. 

Untuk soal benar dan salah, lebih baik kita tanya pada para ulama. Kita tanya pada yang alim. Yang benar-benar tahu hukum fiqihnya. Dan juga tahu ilmu hakikat. 

Orang bodoh, seperti saya, ya sebaiknya tidak perlu berkomentar yang tidak-tidak. Berkomentar yang sok tahu. Malah keliru nanti. Apalagi bila kita tidak tahu duduk perkaranya. Tidak tahu detil latar belakang sosialnya. Lebih-lebih bila tidak tahu dalilnya, tapi sudah berkomentar seolah-olah ‘hakim agung.’ 

Lebih baik kita ambil hikmahnya saja. Tanpa mesti ikut-ikutan berkomentar yang tidak perlu. Lebih enak bukan?

Viralnya video-video begituan membuat saya jadi teringat sebuah kisah berikut ini. 

Jadi, suatu ketika ada orang yang sholat di masjid dengan cepat. Apa yang dilakukannya ternyata menarik perhatian salah seorang pemuka agama yang kebetulan ada disitu. 

Sebut saja pemuka agama ini sebagai Pak Kiyai. 

Setelah orang itu selesai sholat, ia dipanggil oleh Pak Kiyai. 

“Sini, kamu..” 

Inggih, Pak Kiyai..”

“Kamu itu, kok sholat cepat banget seperti itu. Mbok sing alon-alon wae! Sholat kok seperti orang balapan. Tidak usah terburu-buru begitu. Kamu ulangi sholatmu sekarang. Tapi jangan ngebut gerakannya,” ujar Pak Kiyai tegas. 

Inggih, Pak Kiyai,” jawabnya.

Lalu seperti yang diperintahkan Pak Kiyai, orang itu kemudian mengulangi sholatnya. Kali ini ia sholat dengan lebih lambat. Tidak dengan kecepatan seperti sholatnya tadi. 

Setelah orangnya selesai sholat, kembali ia menghadap Pak Kiyai. Oleh Pak Kiyai ia ditanya, mana yang lebih baik, sholat yang pertama atau sholat yang kedua tadi. Sholat yang cepat-cepat atau sholat yang lebih lambat. 

“Gimana? Lebih baik yang mana sholatnya? Yang tadi atau yang barusan?” tanya Pak Kiyai. 

“Yang tadi, Pak Kiyai…” 

Loh, piye tho? Kok iso?” 

“Karena yang pertama tadi saya sholat dengan mengharap ridha Allah semata. Saya sholat karena cinta sama Alalh. Berusaha buat taat sama Allah. Nah, yang kedua, saya sholat karena takut sama Pak Kiyai. Takut nanti kena marah lagi,” jawabnya. 

Sek… Sek… 

Kamu jangan mencoba meniru-niru kisah diatas lho. Maksudnya setelah membaca kisah tersebut, lalu terus nanti kamu sholat yang biasanya dengan kecepatan sedang, jadi cepat banget. 

Kalau ada yang mengingatkan, eh, lalu dijawab dengan berdasarkan kisah diatas. Walah dalah, aja ngunu lah ya. 

Jangan! Maqom kita mah belum sampai. 

Maqom kita, terutama orang seperti saya, ini ya kalau sholat masih saja paling suka sama Imam kalau membaca suratnya pendek-pendek. 

Jujur wae, iya tho? 

Share this: